Tertimpa Musibah Di Alam Indah

Tertimpa Musibah Di Alam Indah

Kondisi desa setelah hujan

Pagi itu, cuaca cukup cerah. Walau masih pukul 06:00 saya bisa membaca keadaan di langit. Semuanya nampak bersih, awan, langit. Tak ada gelap. 

Selama berjam-jam, mobil kami terperangkap di jalan yang berlumpur. Tidak ada kendaraan lain melintas. Yang terlihat hanyalah lalu lalang motor dengan muatan yang cukup banyak. Merekapun berjuang melewati rintangan jalan becek dan berlumpur. 

Terkadang ada motor yang terjebak. Walau gas tancap pol, motor tak urung bergerak. Yang ada percikan lumpur bertaburan ke mana-mana. 

Saya dan sopir hanya memperhatikan keadaan. Diamnya kami tidak berarti tidak berupaya apa-apa. 

Hendak menghubungi teman lain minta pertolongan, tidak ada jaringan telpon. Entah sudah berapa cara dicoba juri mudi untuk mengeluarkan ban mobil dari “perangkap” tersebut. 

Saya berdoa, semoga pertolongan segera tiba !

Nama desa tempat kami terkena musibah tidak inget lagi. Yang saya tahu yaitu desa tersebut masuk dalam wilayah Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir yang sering disingkat OKI. Ibukota OKI ada di kota Kayu Agung, OKI terletak di bagian timur Sumatera Selatan. 


Informasi yang saya baca di Internet, nama OKI berasal dari dua sungai yang berada di sana yaitu Sungai Ogan dan Sungai Komering. Ilir (hilir) mempunyai arti aliran sungai ke bawah.   


Bocah membantu orang tuanya


Barangkali di sinilah pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan kondisi saudara-saudara kita yang jauh dari akses kehidupan yang layak. 

Infrastruktur jalan yang memadai menjadi persoalan urgensi demi mempercepat distribusi sembako di daerah. Bukan hanya itu, masalah sanitasi, pembangunan sekolah dan penataan lingkungan sehat perlu mendapat penanganan yang bersifat segera. 

Demi Indonesia yang semakin baik di masa mendatang. 


Salam Pesona Indonesia. 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *